Tentu kamu sudah mendengar tentang kabar beredarnya gosip tentang adanya SMS merah. Isu ini sempat berkembang meluas karena beberap korban jatuh di akibatkan oleh isu ini. Data terakhir korban di alami oleh Riska Yulia Sari (16) siswi SMK I Bangko kelas II Akutansi, siswa yang sedang magang dikantor Pos Muara Bungo. Menurut keterangannya saat Riska sedang main komputer tiba-tiba mendapatkan telepon dari nomor pribadi (tidak tertampil nomornya). Lalu dengan sedikit takut Riska menggangkatnya dan mengucapkan Assalamualaikum. Akan tetapi tidak ada jawaban, dan terdengar suara “Selamat”. Karena nada kalimat tersebut sangar menurutnya, maka segera dia menutupnya. Namun seketika itulah tubuhnya menjadi gemetar, seperti terkena sengatan listrik (kesetrum), kaya kurang darah dan lemas sampai tidak sadarkan diri.
Itu adalah salah satu cerita yang di berikan oleh Riska, salah satu korban SMS merah. Tapi berdasarkan pengamatan yang terjadi ternyata korban dari gosip tersebut banyak sekali, meskipun tidak sampai terjadi seperti yang di alami Riska tapi setidaknya banyak sekali remaja yang termakan dengan isu-isu susulan, seperti matikan HP anda pada jam terentu karena pada saat itu akan terpancar radiasi yang berbahaya, maka dengan serta merta banyak sekali yang mematuhinya.
Menyikapi hal tersebut, kita tidak bisa serta merta menurutkan sugesti yang terjadi di sekitar kita. Kita harus lebih menggunakan akal sehat kita dalam menyikapi hal tersebut dari pada menggunakan perasaan kita seperti takut dan kuatir. Sebenarnya yang terjadi pada korban-korban SMS merah di sebabkan karena faktor sugesti atau kepercayaan yang sebelumnya sudah tertanam di pikiran mereka. Itulah the power of mind, demikian dasyat sehingga mampu mempengaruhi fisik seseorang.
Nah, masihkah kamu menurutkan hal yang tidak penting seperti itu ?
